Jumat, 16 Maret 2012

Profile Joshua Pahabol


Nama Lengkap: Yosua Pahabol
Tanggal Lahir:7 Nov 1993 (Usia 18)
Negara:Indonesia
Tinggi Badan:172 cm.
Berat Badan:67 Kg.
Peranan:Gelandang
Nomor Punggung Klub: 98 

Jumat, 09 Maret 2012

HBT : Indonesia vs Vietnam


Tim Garuda Muda terbang menuju puncak setelah berhasil melewati babak semifinal Piala Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam dengan mengalahkan tim kuat Vietnam 2-0. Gol kemenangan Timnas Indonesia U-21 dipersembahkan oleh Miko Ardiyanto dan sang kapten Andik Vermansyah.
Di laga semifinal ini, Vietnam tampaknya tidak mampu menunjukkan kelasnya sebagai penguasa Grup B di mana mereka sangat superior. Sejak menit ke-25 babak pertama, Indonesia justru lebih menguasai jalannya pertandingan. Laga pun berjalan keras dan kerap terjadi gesekan antar pemain di tengah lapangan.
Miko Ardiyanto akhirnya memecah kebuntuan dengan golnya di menit ke-38. Berawal dari aksi Andik Vermansyah yang meliuk-liuk di sisi kiri pertahanan Vietnam, bola pun dilambungkan ke depan gawang. Meskipun dikawal pemain lawain, Miko Ardiyanto masih mampu menyambut umpan lambung dengan sundulan dan gol! 1-0 untuk Indonesia.
Di babak kedua, Indonesia masih menguasai jalannya laga. Tusukan-tusukan yang dilancarkan dari kedua sisi lapangan kerap menciptakan peluang, namun lini depan Indonesia masih sering kehilangan momentum di depan gawang Vietnam.
Perjuangan keras Garuda Muda akhirnya berbuah. Terobosan Andik Vermansyah ke barisan pertahanan Vietnam tak mampu diantisipasi dengan baik. Dengan sontekan akurat, pemain lincah ini sukses membobol gawang Vietnam pada menit ke-70. Skor 2-0 pun tercipta dan bertahan hingga laga usai.
Gol Andik Vermansyah dalam pertandingan ini mengantarkannya sebagai pencetak gol terbanyak sementara dengan torehan 5 gol. Kemenangan atas Vietnam yang semula lebih diunggulkan pun menjadikan Indonesia melangkah ke babak final untuk menghadapi pemenang laga semifinal lainnya yaitu tuan rumah Brunei Darussalam.

Jumat, 02 Maret 2012

HBT : Indonesia vs Myanmar





Jalan menuju semifinal turnamen Piala Sultan Hasanah Bolkiah yang sempat terbuka menjadi agak terjal akibat kekalahan yang diderita Timnas Indonesia U-21 dari Myanmar dengan skor 1-3, pada Selasa (28/2), di Brunei Darussalam. Di laga sebelumnya, para punggawa garuda muda berhasil menang melawan Laos 2-0 dan imbang dengan Singapura 1-1.
Di pertandingan ketiga melawan tim kuat Myanmar, anak-anak asuhan Widodo C. Putro sempat unggul terlebih dulu lewat aksi Andik Vermansyah pada menit ke-19. Sang kapten beraksi di depan gawang Myanmar setelah menyambut umpan terobosan dari Micko Adrianto. Kedudukan 1-0 untuk Indonesia bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, giliran Myanmar yang unjuk gigi. Belum sampai 2 menit babak kedua berjalan, Myanmar sukses menyamakan skor lewat tendangan kapten tim Kyaw Zayar Win di menit ke-47. Serangan Myanmar kian menggila setelah gol ini. Di menit ke-58, mereka berbalik unggul setelah Kyaw Ko Ko berhasil melesakkan gol ke gawang Indonesia. Skor 2-1, Indonesia tertinggal 1 gol.
Hanya 7 menit setelah gol kedua, Myanmar kembali menunjukkan tajinya. Kyaw Ko Ko sukses menaklukkan M. Ridwan lewat gol keduanya di menit ke-65, skor 3-1 untuk Myanmar. Meskipun sempat melakukan sejumlah ancaman, Indonesia tidak mampu menambah gol hingga laga berakhir.
Kemenangan ini membuat Myanmar mengambil-alih posisi puncak klasemen Grup A dengan 6 poin dari 2 laga. Sedangkan Joshua Pahabol dan kawan-kawan harus rela terjun ke peringkat ke-3 dengan 4 poin dari 3 laga. Sedangkan Laos yang menang 2-0 atas Singapura bertengger di posisi runner up.
Nasib Indonesia akan ditentukan melalui laga terakhir melawan Filipina pada Minggu (4/3) nanti. Andik Vermansyah dan kawan-kawan harus mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang Filipina untuk menjaga peluang lolos ke semifinal. Bagi Widodo C. Putro, tampaknya masalah stamina dan mental para garuda muda wajib menjadi perhatian khusus.

Piala Dunia 2014 : Indonesia vs Bahrain

Skor telak 10-0 untuk kemenangan Bahrain atas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 di Stadion Nasional Bahrain, Rabu (29/2/2012) malam menuai protes dari publik Iran. Mereka menilai federasi sepak bola Iran layak melayangkan surat ke induk organisasi sepak bola dunia (FIFA) agar otoritas tertinggi sepak bola di dunia  itu menyelidiki pertandingan Bahrain lawan Indonesia.
Publik Iran yang berdiskusi lewat Persian Football Forums di www.persianfootball.com, menulis pertandingan di Stadion Nasional Bahrain itu merupakan lelucon terburuk di era sepak bola modern sekarang ini.
Dalam forum itu bahkan muncul wacana membuat petisi untuk mendesak federasi sepak bola Iran mengajukan protes resmi ke FIFA. Anggota forum bernama Maij, mencatat petisi perlu dibuat karena minimal ada lima catatan yang muncul dalam laga Bahrain lawan Indonesia.
Lima catatan itu yakni Indonesia menurunkan skuat muda di kualifikasi Piala Dunia, wasit memberi penalti untuk Bahrain saat laga baru berusia tiga menit, wasit mengganjar kartu merah untuk kiper Indonesia di menit ketiga, wasit menghadiahi penalti untuk Bahrain sebanyak lima kali dan Bahrain mencetak 10 gol. Pertandingan ini pun sedang di investigasi oleh FIFA. FIFA menyelidiki karena adanya kontrofersial dalam pertandingan ini. Rakyat Indonesia harus menanggung semua kesalahan PSSI yang melarang pemain ISL yang nyatanya memang mempunyai kualitas dan pengalaman bermain yang lebih baik ketimbang pemain pemain dari IPL.