Jumat, 09 Maret 2012

HBT : Indonesia vs Vietnam


Tim Garuda Muda terbang menuju puncak setelah berhasil melewati babak semifinal Piala Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam dengan mengalahkan tim kuat Vietnam 2-0. Gol kemenangan Timnas Indonesia U-21 dipersembahkan oleh Miko Ardiyanto dan sang kapten Andik Vermansyah.
Di laga semifinal ini, Vietnam tampaknya tidak mampu menunjukkan kelasnya sebagai penguasa Grup B di mana mereka sangat superior. Sejak menit ke-25 babak pertama, Indonesia justru lebih menguasai jalannya pertandingan. Laga pun berjalan keras dan kerap terjadi gesekan antar pemain di tengah lapangan.
Miko Ardiyanto akhirnya memecah kebuntuan dengan golnya di menit ke-38. Berawal dari aksi Andik Vermansyah yang meliuk-liuk di sisi kiri pertahanan Vietnam, bola pun dilambungkan ke depan gawang. Meskipun dikawal pemain lawain, Miko Ardiyanto masih mampu menyambut umpan lambung dengan sundulan dan gol! 1-0 untuk Indonesia.
Di babak kedua, Indonesia masih menguasai jalannya laga. Tusukan-tusukan yang dilancarkan dari kedua sisi lapangan kerap menciptakan peluang, namun lini depan Indonesia masih sering kehilangan momentum di depan gawang Vietnam.
Perjuangan keras Garuda Muda akhirnya berbuah. Terobosan Andik Vermansyah ke barisan pertahanan Vietnam tak mampu diantisipasi dengan baik. Dengan sontekan akurat, pemain lincah ini sukses membobol gawang Vietnam pada menit ke-70. Skor 2-0 pun tercipta dan bertahan hingga laga usai.
Gol Andik Vermansyah dalam pertandingan ini mengantarkannya sebagai pencetak gol terbanyak sementara dengan torehan 5 gol. Kemenangan atas Vietnam yang semula lebih diunggulkan pun menjadikan Indonesia melangkah ke babak final untuk menghadapi pemenang laga semifinal lainnya yaitu tuan rumah Brunei Darussalam.

Jumat, 02 Maret 2012

HBT : Indonesia vs Myanmar





Jalan menuju semifinal turnamen Piala Sultan Hasanah Bolkiah yang sempat terbuka menjadi agak terjal akibat kekalahan yang diderita Timnas Indonesia U-21 dari Myanmar dengan skor 1-3, pada Selasa (28/2), di Brunei Darussalam. Di laga sebelumnya, para punggawa garuda muda berhasil menang melawan Laos 2-0 dan imbang dengan Singapura 1-1.
Di pertandingan ketiga melawan tim kuat Myanmar, anak-anak asuhan Widodo C. Putro sempat unggul terlebih dulu lewat aksi Andik Vermansyah pada menit ke-19. Sang kapten beraksi di depan gawang Myanmar setelah menyambut umpan terobosan dari Micko Adrianto. Kedudukan 1-0 untuk Indonesia bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, giliran Myanmar yang unjuk gigi. Belum sampai 2 menit babak kedua berjalan, Myanmar sukses menyamakan skor lewat tendangan kapten tim Kyaw Zayar Win di menit ke-47. Serangan Myanmar kian menggila setelah gol ini. Di menit ke-58, mereka berbalik unggul setelah Kyaw Ko Ko berhasil melesakkan gol ke gawang Indonesia. Skor 2-1, Indonesia tertinggal 1 gol.
Hanya 7 menit setelah gol kedua, Myanmar kembali menunjukkan tajinya. Kyaw Ko Ko sukses menaklukkan M. Ridwan lewat gol keduanya di menit ke-65, skor 3-1 untuk Myanmar. Meskipun sempat melakukan sejumlah ancaman, Indonesia tidak mampu menambah gol hingga laga berakhir.
Kemenangan ini membuat Myanmar mengambil-alih posisi puncak klasemen Grup A dengan 6 poin dari 2 laga. Sedangkan Joshua Pahabol dan kawan-kawan harus rela terjun ke peringkat ke-3 dengan 4 poin dari 3 laga. Sedangkan Laos yang menang 2-0 atas Singapura bertengger di posisi runner up.
Nasib Indonesia akan ditentukan melalui laga terakhir melawan Filipina pada Minggu (4/3) nanti. Andik Vermansyah dan kawan-kawan harus mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang Filipina untuk menjaga peluang lolos ke semifinal. Bagi Widodo C. Putro, tampaknya masalah stamina dan mental para garuda muda wajib menjadi perhatian khusus.

Piala Dunia 2014 : Indonesia vs Bahrain

Skor telak 10-0 untuk kemenangan Bahrain atas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 di Stadion Nasional Bahrain, Rabu (29/2/2012) malam menuai protes dari publik Iran. Mereka menilai federasi sepak bola Iran layak melayangkan surat ke induk organisasi sepak bola dunia (FIFA) agar otoritas tertinggi sepak bola di dunia  itu menyelidiki pertandingan Bahrain lawan Indonesia.
Publik Iran yang berdiskusi lewat Persian Football Forums di www.persianfootball.com, menulis pertandingan di Stadion Nasional Bahrain itu merupakan lelucon terburuk di era sepak bola modern sekarang ini.
Dalam forum itu bahkan muncul wacana membuat petisi untuk mendesak federasi sepak bola Iran mengajukan protes resmi ke FIFA. Anggota forum bernama Maij, mencatat petisi perlu dibuat karena minimal ada lima catatan yang muncul dalam laga Bahrain lawan Indonesia.
Lima catatan itu yakni Indonesia menurunkan skuat muda di kualifikasi Piala Dunia, wasit memberi penalti untuk Bahrain saat laga baru berusia tiga menit, wasit mengganjar kartu merah untuk kiper Indonesia di menit ketiga, wasit menghadiahi penalti untuk Bahrain sebanyak lima kali dan Bahrain mencetak 10 gol. Pertandingan ini pun sedang di investigasi oleh FIFA. FIFA menyelidiki karena adanya kontrofersial dalam pertandingan ini. Rakyat Indonesia harus menanggung semua kesalahan PSSI yang melarang pemain ISL yang nyatanya memang mempunyai kualitas dan pengalaman bermain yang lebih baik ketimbang pemain pemain dari IPL.

Sabtu, 25 Februari 2012

Profile Andik Vermansyah

Profil Andik 
VermansyahSi kecil mungil nan lincah dan cepat itulah Andik, popularitasnya semakin meningkat setelah ajang pertandingan persahabatan dengan LA Galaxy, di anugrahi lari yang cepat serta skil yang tinggi membuat Andik dapat dengan leluasa mengobrak-abrik pertahanan tim sekelas LA Galaxy, bahkan pemain top sekelas David Backham saja beberapa kali berhasil dia kecoh sehingga membuat mantan kapten timnas Inggris tersebut frustasi dan terpaksa mengganjal Andik dengan keras. Pemuda berbakat kelahiran Sidoarjo, 23 November 1991 ini masih sangat muda saat bertanding dengan LA Galaxy sendiri umurnya saat itu tercatat 20 tahun, maka tidak haran beberapa klub top dunia kepincut pada talenta Andik dan mengharapkannya merapat pada tim mereka, sebut saja klub Banfica, dan tentunya pelatih LA Galaxy sendiri.

"Saya sangat kagum pada pemain ini dia memiliki kecepatan yang luar biasa serta skil individu yang brilian saya berharap dia bergabung dengan tim kami." ujuar pelatih LA Galaxy

Namun sepertinya keinginan klub-klub dunia seperti Banfica dan LA Galaxy tidak berjalan mulus, Andik sendiri ketika di konfirmasi saat ini masih enggan merumput diluar negeri dan masih betah dengan kontraknya dengan timnya saat ini.

Menurut saya sangat di sanyangkan sekali, mengapa Andik menolak tawaran tersebut. Saya percaya Jika Andik serius dia dapat menjadi pemain top dunia dan bukan tidak mungkin jika dia bermain bagus di tim luar negeri tersebut akan manarik perhatian tim-tim besar lainnya.

Profil Andik Vermansyah :

Lahir : Sidoarjo, 23 November 1991
Umur : 20 tahun
Posisi : AMF SS CMF
Postur: 162
Berat: 57kg
Club : Persebaya 1927
Nomer : 3 (Timnas)
Tim Favorit : Persebaya, Juventus, Real Madrid

Karier :
Klub Junior
2007 – Persebaya Surabaya
2008 – PON Jatim
2008 – POM ASEAN

Klub Profesional
2008 – 2011 Persebaya Surabaya
2011 – Tim Nasional Indonesia U-23

Makanan favorit : Tempe penyet
Pemain idola : Bejo Sugiantoro dan Cristiano Ronaldo
Nama ayah: Saman
Nama ibu: Jumiah
biodata adnik vermansyah

HBT : Timnas U-21 vs Laos U-21





Dewi Fortuna rupanya masih menaungi Timnas U-21 kita saat menghadapi Laos pada laga perdana Piala Sultan Hasanah Bolkiah di Brunei Darussalam, Jumat (24/2), malam waktu setempat. Meskipun tampil di bawah performa terbaiknya, tim asuhan Widodo C. Putro meraih poin penuh atas Laos dengan skor 2-0.
Berlaga di Track dan Field Complex Stadium, Brunei Darussalam, laskar garuda muda langsung mengambil inisiatif penyerangan dengan melancarkan serangan cepat ke gawangLaos. Hasilnya, ikon sekaligus kapten Timnas Indonesia U-21, Andik Vermansyah, segera membawa pasukan merah-putih unggul menit ke-3 lewat gol cepatnya. Keunggulan 1-0 untuk Indonesia atas Laos bertahan hingga babak kedua usai.
Di babak kedua, giliran Laos yang memberikan tekanan bertubi-tubi ke arah gawang Indonesia. Hujan deras yang mengguyur stadion seakan tidak menjadi halangan bagi para pemain muda Laos untuk terus menggempur pertahanan Indonesia. Pertahanan tim garuda pun sempat keteteran menghadapi serangan bergelombang dari lawan. Hanya kegemilangan Muhammad Ridwan yang mengawal gawang Indonesialah yang mampu menghindarkan terjadinya gol balasan untuk Laos.
Tampaknya nasib baik masih menyertai Joshua Pahabol dan kawan-kawan. Di saat sedang asyik menyerang, Laos justru lengah. Berawal dari serangan balik yang cukup cepat, Andik Vermansyah bermaksud mengirim umpan jauh ke sisi kanan pertahanan lawan.
Bola yang melambung tinggi berusaha dihalau pemain belakang Laos dengan back pass ke arah kiper.  Namun, bola justru meluncur ke arah gawang karena kiper Laos sudah terlanjur maju. Bola pun masuk ke gawang sendiri akibat gol bunuh diri pemain belakang Laos di menit ke-90. Skor 2-0 menjadi hasil akhir kemenangan Indonesia atas Laos.
Meskipun sedikit berbau keberuntungan, namun kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk menyongsong laga-laga berikutnya. Indonesia yang saat ini berada di grup A selanjutnya akan menghadapi Singapura, Myanmar, dan Filipina.