Jumat, 23 Agustus 2013

Indonesia U-23 vs Brunei U-23




Hasil pertandingan Indonesia U-23 Vs Brunei Darussalam Kamis 15 Agustus 2013 berakhir 1-0. Bertanding di Stadion Maguwoharjo Sleman, laga Timnas Indonesia U-23 melawan Brunei ini mendapatkan dukungan penuh dari publik Yogyakarta.
Sejak awal babak pertama, Timnas Indonesia U-23 langsung memberikan tekanan ke pertahanan tim tamu.
Sayangnya selama 45 menit dan tambahan waktu berakhir, Garuda Muda belum berhasil melesatkan gol.
Menit ke-16 Aldaer Makatindu mendapatkan kesempatan di kotak penalti Brunei, namun sayang sepakannya masih menyamping.
Hingga 30 menit pertandingan babak pertama, terlihat bagaimana  Timnas Indonesia berhasil menguasai jalannya pertandingan.
Kesempatan emas sempat datang melalui umpan Aldaer di depan gawang Brunei, namun kali ini gerakan Syamsir Alam yang berusaha menyambar bola terlambat.
Hingga 45 menit dan tambahan waktu berakhir, skor 0-0 untuk kedua tim tetap bertahan menutup pertadingan di babak pertama.
Di babak kedua Rahmad Darmawan coba memasukan beberapa pemain baru, diantaranya adalah Nico Malau yang masuk menggantikan Syamsir Alam.
Masuknya Nico, ternyata membuat lini depan Merah Putih cukup bergairah. Puncaknya ketika Indonesia berhasil unggul melalui tendangan Andri Ibo di menit ke 52.
Memanfaatkan kemelut di depan gawang Brunei, Andri Ibo sukses menyambut bola dengan tendangan kaki kiri yang masuk ke dalam jala tim tamu.
Meski Indonesia berhasil menciptakan beberapa peluang di sisa pertandingan, namun skor 1-0 tetap bertahan menutup pertandingan.

Friendly Match: Indonesia vs Filipina


Hasil pertandingan Indonesia Vs Filipina, Rabu 14 Agustus 2013 dari Stadion Manahan Solo berakhir 2-0. Laga Indonesia melawan Filipina ini mendapatkan dukungan penuh dari pencinta sepakbola Kota Bengawan, khususnya Pasoepati.
Bertanding dengan seragam Merah Putih, Timnas Indonesia menurunkan kiper Persib Made Wirawan sebagai penjaga gawang.
Victor Igbonefo, M Roby, Ruben Sanadi dan Hasyim Kipuw dipercaya mengawal lini pertahanan Skuad Garuda.
Di lini tengah terdapat nama gelandang tengah Persebaya 1927 Taufiq. Taufiq bahu-membahu bersama Rapahel Maitimo, Ahmad Bustomi dan pemain naturalisasi Stefano Lilipaly.
Sementara lini depan Indonesia diisi bomber Persipura Boaz Solossa dan bomber naturalisasi yang memperkuat Arema Greg Nwokolo.
Dua gol kemenangan Indonesia dalam laga kali ini dicetak Greg Nwokolo di babak pertama, serta M Roby di babak kedua.
Sejak awal pertandingan, Indonesia memang langsung menekan pertahanan Filipina. Peluang pertama bagi Indonesia pun terjadi di menit 5.
Bola hasil umpan lambung Ruben Sanadi ke kotak penalti gagal ditangkap sempurna oleh kiper Filipina, sayang bola liar gagal dikontrol Greg dan akhirnya disapu pertahanan Filipina.
Pada menit 9 tusukan Stefano Lilipaly dari tengah diakhiri tembakan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih menyamping dipinggir gawang.
Dua menit kemudian Stefano Lilipaly kembali melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, sayangnya bola masih melaju terlalu lemah.
Peluang bagi Timnas Indonesia kembali tercipta di menit 16, namun lagi-lagi tembakan Boaz dari luar kotak penalti hanya melambung di atas mistar gawang tim tamu.
Usaha Indonesia untuk mencetak skor akhirnya terwujud melalui Greg di menit 31. Memanfaatkan umpan datar Stefano Lilipaly di depan gawang, Greg yang berdiri bebas sukses merobek jala Filipina.
Hingga 45 menit dan tambahan waktu berakhir, skor 1-0 untuk Indonesia menutup pertandingan di babak pertama.
Di babak kedua Indonesia tetap bermain terbuka untuk menekan pertahanan Filipina. Beberapa pergantian pemain pun dilakukan Jacksen F Tiago.
Diantaranya adalah keluarnya Boaz dan digantikan Titus Bonai di menit ke 65. Namun masuknya Tibo, ternyata membawa angin segar bagi serangan Timnas.
Di menit ke 67 berawal dari tendangan sudut Ahmad Bustomi, Tibo berhasil menyundul bola ke mulut gawang Filipina. Bola liar lantas disambar M Roby untuk membuat Indonesia unggul 2-0.
Meski Indonesia dan Filipina berhasil menciptakan beberapa peluang disisa waktu pertandingan, namun skor 2-0 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Minggu, 28 Juli 2013

BNI Cup: BNI Indonesia All Star vs Chelsea




Kesebelasan BNI Indonesia All Stars akhirnya bisa menjebol gawang Chelsea di menit ke-69, Namun gol tersebut bukan lahir dari kaki pemain Indonesia, melainkan hasil bunuh diri pemain belakang Chelsea yang bernomor punggung 33.
Awalnya, sebuah akselerasi Greg Nwokolo mencoba melewati pemain belakang Chelsea saat menendang bola ke tengah,  seorang pemain belakang Chelsea menyentuh bola dan langsung mengarah ke gawang Chelsea, Gol. Kedudukan sementara 1-8.
Pertandingan sebelumnya pun cukup berat sebelah, serangan ke gawang Indonesia belum reda.  Hingga menit ke-66, Indonesia sudah kebobolan delapan gol pada laga yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK), Senayan, Kamis (25/7/2013).
Gol kedelapan Chelsea lagi-lagi dicetak striker barunya yakni Romelu Lukaku. Umpan tarik pemain muda Chelsea yang baru diturunkan, Oscar di kotak penalti, sukses dieksekusi Lukaku. Tendangan keras kaki kiri Lukaku merobek gawang kiri Kurnia Mega.
12 Menit
Hujan gol ke gawang Indonesia pada babak kedua terjadi 12 menit babak kedua.
Gol kelima Chelsea diciptakan Demba Ba pada menit ke-50. Umpan jauh bek Chelsea Ivanovic disambut dengan sepakan keras kaki kiri Demba Ba secara terukur dan terarah ke pojok gawang kiri. Kurnia Meiga pun tak mampu menjangkau bola tersebut sehingga gawangnya bergetar.
Belum semenit, gawang Indonesia kembali bobol. Kali ini giliran striker baru Chelsea Romelu Lukaku pada menit ke-51. Lagi-lagi umpan Eden Hazard yang menjadi motor terciptanya gol keenam Chelsea tersebut.
Umpan lambung Hazard di depan gawang disambut sundulan keras oleh Lukaku ke sudut gawang kanan sehingga Kurnia Meiga lagi-lagi terpana.
Tak lama, tepat menit ke-57, gawang Indonesia kembali dirobek Ramires. Umpan tarik Lukaku ke diarahkan ke Ramires yang berada di luar kotak penalti. Tendangan jarak jauh Ramires langsung menggetarkan gawang Indonesia. Skor 7-0 untuk Chelsea.
Babak Pertama
Kapten Chelsea John Terry menutup babak pertama laga melawan Indonesia All Star dengan gol cantiknya sehingga skor 4-0 untuk Chelsea.
Gol indah tersebut tercipta pada menit ke 45+1 setelah tendangan bebas yang dilakukan Bertrand yang disambut sundulan Garry Cahlil yang kemudian dilanjutkan John Terry dengan sundulan keras ke gawang Kurnia Mega.
Gol tersebut begitu cantik karena bola tendang bebas dari jarak sepertiga lapangan tidak menyentuh tanah. Bola lambung di kotak penalti disambut berantai dua pemain Chelsea tersebut membuat pelatih Jose Mourinho girang bukan kepalang. Ia meloncat ke girangan melihat gol anak asuhnya tersebut.
Gol pertama Chelsea terjadi pada menit ke- 21 setelah John Terry dijatuhkan di kotak penalti. Eksekusi tendangan penalti sukses dilakukan Eden Hazard.
Gol kedua dan ketiga juga dimotori Eden Hazard pada menit ke-29 dan 31. Gol kedua diciptakan oleh Ramires setelah mendapat umpan lambung di kotak penalti dari Hazard yang dilanjutkan dengan tendangan keras Ramires.
Gol ketiga Chelsea juga lagi-lagi dikreasi Hazard. Umpannya ke Ramires di kotak penalti disambut Ramires dengan tendangan keras. Namun Kurnia Meiga masih beruntung bisa mengeblok tendangan keras Ramires.
Sayang, bola rebound tersebut langsung disambar striker Chelsea, Dema Ba. Tendangan Ba yang tak terlalu keras tapi terarah membuat Kurnia Meiga terpana melihat gawangnya dikoyak Demba Ba.

Minggu, 21 Juli 2013

LFC Asia Tour 2013: Indonesia XI vs Liverpool FC


  

Laga persahabatan antara Indonesia XI melawan Liverpool FC yang dihelat di Gelora Bung Karno Senayan, Sabtu, 20 Juli 2013, berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Liverpool. Walaupun kalah, Indonesia XI tidak bersedih, karena mereka bisa hanya kalah dengan selisih 2 gol dengan klub tersohor Inggris tersebut, mereka pun pasti mendapat banyak pelajaran sebagai bekal melawan Cina di Kualifikasi Piala Asia 2015 Oktober mendatang.

Pada babak pertama, Indonesia bermain konsisten, mampu bersikap tenang dan menahan gempuran pemain Liverpool, serta menyerang jika ada kesempatan. Berbagai peluang yang dimiliki Indonesia, tapi  Liverpool malah lebih dulu menjebol gawang Kurnia Meiga, lewat gol Coutinho di menit ke-9, akibat kurangnya komunikasi di lini perahanan Indonesia,  Liverpool pun unggul terlebih dahulu. Indonesia tidak mau tinggal diam banyak peluang yang membahayakan gawang Liverpool, diantaranya dari sundulan Tibo, dan tendangan jarak jauh Sergio Van Dijk, tapi tak ada yang berbuah gol. Skor 1-0 pun bertahan sampai waktu turun minum.

Di babak kedua, Indonesia langsung mengambil inisiatif menyerang. Liverpool sempat melakukan pergantian seluruh pemain starting eleven di pertengahan babak kedua. Tetapi hal itu tak dilakukan pelatih Jackson F. Tiago. Maka dari itu Indonesia sudah pasti kalah stamina dibandingkan pemain Liverpool yang baru saja bermain. Walaupun begitu, Indonesia tetap memancarkan serangan, proses jual beli serangan pun terjadi. Sempat terjadi adu mulut antara Victor Igbonefo dan Martin Skrtel. Namun, bisa diredamkan. Di menit ke-87, gawang Indonesia kembali bergetar, pemain Indonesia yang sedang berada di daerah pertahanan Liverpool untuk melakukan Corner Kick, tiba-tiba langsung di counter dengan cepat oleh Liverpool, Raheem Sterling pun dengan mudahnya menjebol gawang Kurnia Meiga tanpa kawalan sedikit pun. Skor 2-0 untuk kemenangan Liverpool pun bertahan sampai pertandingan usai.

Sabtu, 20 Juli 2013

Arsenal Asia Tour: Indonesia Dream Team vs Arsenal FC

Hasil Pertandingan Indonesia vs Arsenal 14 Juli 2013 - Indonesia Dream Team dipaksa merasakan mimpi buruk dengan takluk 0-7 dari Arsenal pada laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (14/7/2013). Setelah hanya tertinggal 0-1 pada babak pertama, gawang Indonesia Dream Team harus kebobolan setengah lusin gol pada paruh kedua pertandingan.

Sebelumnya, Indonesia Dream Team sudah tertinggal satu gol lebih dulu yang tercipta lewat kaki Theo Walcott di menit ke-19. Gol tunggal pemain muda Inggris itu bertahan sampai turun minum di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Arsenal lalu berhasil menambah keunggulan atas Indonesia Dream Team saat laga babak kedua baru berjalan delapan menit. Berawal dari serangan balik cepat pasukan The Gunners, Serge Gnabry menusuk dari sisi kanan dan melepaskan umpan matang pada Chuba Akpom, yang tinggal menyontek bola.

Setelah itu giliran penyerang utama Arsenal yang menunjukan kualitasnya. Olivier Giroud berhasil mencatatkan dua gol hanya dalam tiga menit, padahal ia baru masuk belum sampai satu menit.

Berawal dari pergerakan Bacary Sagna di sisi kanan, pemain Prancis itu melepaskan umpan mendatang yang langsung disontek Giroud pada menit ke-70. Belum puas, Giroud kembali menambah gol selang tiga menit.

Kembali berawal dari posisi serangan sayap kanan yang dikomandoi Sagna, Giroud dapat ruang di tengah kotak penalti Indonesia. Mantan striker Montpellier itu pun melepaskan tendangan ke pojok gawang Kurnia Meiga. Skor berubah jadi 4-0.

Tidak perlu lama untuk tim berlogo meriam itu untuk bisa mencetak gol kelima dan keenamnya di laga tersebut. Lukas Podolski berhasil menusuk dari tengah jantung pertahanan Indonesia dan melepaskan tendangan kaki kiri keras. Papan skor jadi 5-0 pada menit ke-81.

Pemain muda asal Jerman Thomas Eidfeld mencuri perhatian pada 10 menit terakhir laga. Pemain yang mengawali karir di Borussia Dortmund itu berhasil mencetak dua gol, yang melengkapi pesta gol Arsenal jadi 7-0.

Gol pertamanya diawalai oleh umpan Thomas Rosicky. Lepas dari kawalan, Eidfeld mencetak gol dengan sontekannya di menit 85, sebelum menambah golnya lewat tendangan keras 1 menit kemudian.

Faktor fisik yang terkuras menjadi salah satu kelemahan Indonesia Dream Team di penghujung laga tadi. Pertahanan tim asuahan Jacksen F Tiago itu keras ketinggalan menghadapi kecepatan para pemain Arsenal.

Sepanjang paruh kedua, Arsenal masih terus mendominasi jalannya pertandingan. Alur permainan mulai mengarah ke pertahanan Arsenal setelah masuknya Titus Bonai menggantikan Sergio Van Dijk.

Pemain Semen Padang itu dengan rajin membuka ruang dan tampak lebih mengancam dengan kecepatan yang dimilikinya. Sayang, tak ada peluang berbahaya yang mengancam gawang Arsenal sepanjang paruh kedua.